Posts

Prof. Menachem Ali vs Prof. Mun'im Sirry, Diskusi Panas Mengenai Nasab Nabi Saw

Video ini berisi sebuah diskusi yang sangat menarik bagi saya. Diskusi yang membahas suatu soal yang tak pernah sedikitpun saya curigai semenjak mulai berkecimpung dalam studi Islam. Soal yang didiskusikan pada video ini adalah mengenai apakah Rasulullah SAW memiliki kaitan dengan Ibrahim, Sarah, Hagar dan Ismail? Yang kemudian dilengkapi dengan soal apakah Rasulullah, Ismail dan sarah yang mempunyai keterikatan nasab merupakan claim historis ataupun claim theologis? Serta apakah claim mengenai keturunan Ismail adalah orang arab atau bukan itu merupakan sesuatu yang pasti? Dalam video berdurasi 3 jam lebih ini, diisi oleh dua speaker atau pembicara inti yang mempunyai gelar professor pada bidangnya. Pror. Menachem Ali merupakan seorang professor dalam studi filologi, khususnya mengenai geneologi agama. Beliau memiliki keahlian dalam membaca teks historis untuk mengkaji apakah teks tersebut dapat dikatakan autentik atau tidak. Sementara speaker satunya adalah seorang pemikir revis...

Apakah Diam Merupakan Langkah Terbaik Sebagai Masyarakat Demokrasi?

Demokrasi mati bukan karena dihancurkan oleh penjahat, melainkan karena dirawat oleh ketidakpedulian orang-orang baik. Fenomena apatisme politik di kalangan kelas menengah terdidik sering kali berlindung di balik narasi "netralitas" atau kepasifan yang dianggap aman. Secara sosiologis, ketika individu-individu potensial memilih menarik diri dari ruang publik, mereka sebenarnya sedang menyerahkan ruang kendali kebijakan kepada kelompok yang memiliki ambisi kekuasaan tanpa moralitas. Filsuf klasik Plato jauh-jauh hari telah memformulasikan tesis krusial mengenai struktur kekuasaan ini. Ia menegaskan sebuah konsekuensi logis yang tidak dapat dihindari, bahwa harga mutlak yang harus dibayar oleh orang-orang baik atas ketidakpedulian mereka terhadap urusan publik, adalah kepemimpinan yang jatuh ke tangan orang-orang jahat. Dalam diskursus ilmu politik, kekosongan kekuasaan (power vacuum) adalah sebuah kemustahilan fisik maupun sosial. Ketika elemen masyarakat yang rasional d...

Cerpen: NAPAS BUMI |By: Dhiya Naima Rasyiqah

Napas Bumi Karya: Dhiya Naima Rasyiqah Langkah kaki menyusuri Lorong perpustakaan sekolah, terhenti saat Aruna menemukan sebuah buku yang seharusnya tidak ada. Buku itu tergeletak di sudut rak perpustakaan sekolah, tertindih ensiklopedia tua yang jarang disentuh siapa pun. Sampulnya kusam, tanpa judul, tanpa nama penulis. Seolah-olah buku itu sengaja dilupakan. Aruna tidak tahu mengapa tangannya berhenti tepat di sana. Mungkin karena ia sedang bosan? karena rasa penasaran? atau mungkin… buku itu sedang menunggunya? Ia membuka halaman pertama. Hanya ada… satu kalimat yang ditulis dengan tinta biru yang telah sedikit pudar. “Untuk Aruna, yang masih hidup ketika bumi belum sepenuhnya hancur.” Aruna mengernyit. Namanya, Tertulis di sana. Ia mengira itu hanya kebetulan, tetapi jantungnya tetap berdetak sedikit lebih cepat. Dengan perasaan aneh yang sulit dijelaskan. Ia membalik halaman berikutnya. “Aruna, jika kamu membaca surat ini, berarti masa depan masih memiliki celah kecil u...

Guru dengan Segala Persoalannya (Analisis Kompetensi Guru)

 Memutuskan menjadi seorang guru berarti memutuskan untuk menjadi bagian dari keberhasilan masa depan bangsa melalui penanaman nilai dan ilmu kepada generasi baru. Eksistensi seorang guru secara formal diakui apabila telah memenuhi syarat sebagaimana termaktub dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, yaitu memiliki kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional. Karena itu, seseorang belum dapat sepenuhnya disebut sebagai guru apabila belum memenuhi kriteria tersebut. Salah satu jalan untuk memenuhi kriteria itu adalah melalui Program Pendidikan Profesi Guru (PPG). Melalui program ini, seseorang memperoleh legitimasi formal sebagai guru profesional. Namun, pertanyaan yang lebih penting adalah: apakah kelulusan dari program PPG otomatis melahirkan guru yang benar-benar kompeten? Secara administratif, jawabannya tentu iya. Akan tetapi, dalam praktiknya masih terdapat berbagai keraguan. Tidak sedikit guru yang telah terverifikasi secara formal, tetap...

Strategi Belajar: Retrieval Practice, Spaced Repetition dan Interleaving

  Retrieval Practice Retrieval Practice merupakan teori belajar yang menekankan bahwa proses belajar menjadi lebih kuat ketika peserta didik mengambil kembali informasi dari ingatan, bukan sekadar membaca atau mengulang materi. Teori ini berpijak pada gagasan bahwa usaha untuk mengingat adalah bagian inti dari pembelajaran, bukan sekadar alat untuk menguji hasil belajar. Dalam praktik pembelajaran, Retrieval Practice dapat dilakukan melalui berbagai cara sederhana, seperti pertanyaan lisan di awal pelajaran, kuis singkat tanpa nilai, menuliskan kembali materi yang diingat siswa, atau diskusi reflektif tentang pelajaran sebelumnya. Aktivitas-aktivitas tersebut mendorong siswa untuk mengaktifkan kembali pengetahuan yang telah dipelajari, sehingga memperkuat daya ingat dan pemahaman mereka. Namun, dalam praktik di kelas, Retrieval Practice sering disalahpahami sebagai sekadar “tes” atau “ulangan”. Akibatnya, banyak guru masih mengaitkan aktivitas mengingat dengan penilaian forma...

Guru dengan Segala Persoalannya |By: Herman.Dr

  Memutuskan menjadi seorang guru berarti sama halnya dengan memutuskan untuk menjadi bagian dari keberhasilan masa depan bangsa dengan menuai bibit manis kepada generasi baru. Seorang guru dapat diakui eksistensinya apabila ia telah memenuhi syarat sebagaimana termaktub dalam undang-undang Nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen, bahwa Guru harus memiliki kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi professional. Maka dari itu banyak yang beranggapan bahwa belum bisa disebut sebagai seorang guru apabila belum memenuhi kriteria yang dimaksud. Kriteria yang dimaksud bisa didapat dengan mengikuti pelatihan keprofesionalan guru atau dalam hal ini adalah Program Pendidikan Profesi Guru (PPG), sehingga mereka yang telah lulus dalam pelatihan tersebut dapat diakui sebagai guru professional. Tersebar anggapan bahwa “semua orang dalam hal profesi yang lain seperti pilot, dokter, hakim dan yang lainnya bisa menjadi guru namun guru belum tentu bisa ...

Cerpen: DI BALIK TEMBOK DAN BUKU |By: Kanaya Nuraini Annajwa Syachwani

  Di balik Tembok dan Buku Karya: Kanaya Nuraini Annajwa Syachwani   Teng..... "Dimohon untuk semua murid untuk segera memasuki ruang kelas, pelajaran ketiga akan segera dimulai. Terimakasih." Bertahun-tahun lamanya, suara dentingan lonceng tak lagi bergema pada seisi sekolah, digantikan dengan suara yang lebih modern. Mungkin bagi sebagian orang itu hanyalah hal sepele, tapi Mouglei merasa bahwa perubahan tersebut bukanlah suatu kebetulan yang mendadak. Jam pelajaran sudah dimulai sejak 15 menit yang lalu. Suara langkah kaki murid-murid pun sudah tak terdengar, menyisakan kesunyian di sepanjang lorong yang terkadang diisi suara pintu berderit atau angin yang lewat. Walau begitu, Glei, sapaan akrab Mouglei masih belum beranjak dari tempat duduknya. Ia duduk dengan tenang, di antara rak-rak buku yang seakan menjadi pembatas bagi berisiknya dunia. Merasa bosan, Glei pun memutuskan untuk berjalan menyusuri seisi ruangan, berharap menemukan sesuatu yang membawanya kel...