10 Ciri Sifat Khawarij |By: Herman Dr

 


10 ciri kaum khawarij:

1.        Khawarij selalu merasa dirinya benar, paling sempurna, dan yang lain semuanya salah.

 Sikap ini dapat dipahami dalam Riwayat berikut:

صحيح مسلم ١٧٦١: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رُمْحِ بْنِ الْمُهَاجِرِ أَخْبَرَنَا اللَّيْثُ عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ

أَتَى رَجُلٌ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالْجِعْرَانَةِ مُنْصَرَفَهُ مِنْ حُنَيْنٍ وَفِي ثَوْبِ بِلَالٍ فِضَّةٌ وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْبِضُ مِنْهَا يُعْطِي النَّاسَ فَقَالَ يَا مُحَمَّدُ اعْدِلْ قَالَ وَيْلَكَ وَمَنْ يَعْدِلُ إِذَا لَمْ أَكُنْ أَعْدِلُ لَقَدْ خِبْتَ وَخَسِرْتَ إِنْ لَمْ أَكُنْ أَعْدِلُ فَقَالَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ دَعْنِي يَا رَسُولَ اللَّهِ فَأَقْتُلَ هَذَا الْمُنَافِقَ فَقَالَ مَعَاذَ اللَّهِ أَنْ يَتَحَدَّثَ النَّاسُ أَنِّي أَقْتُلُ أَصْحَابِي إِنَّ هَذَا وَأَصْحَابَهُ يَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ لَا يُجَاوِزُ حَنَاجِرَهُمْ يَمْرُقُونَ مِنْهُ كَمَا يَمْرُقُ السَّهْمُ مِنْ الرَّمِيَّةِ

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ الثَّقَفِيُّ قَالَ سَمِعْتُ يَحْيَى بْنَ سَعِيدٍ يَقُولُ أَخْبَرَنِي أَبُو الزُّبَيْرِ أَنَّهُ سَمِعَ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ ح و حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا زَيْدُ بْنُ الْحُبَابِ حَدَّثَنِي قُرَّةُ بْنُ خَالِدٍ حَدَّثَنِي أَبُو الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقْسِمُ مَغَانِمَ وَسَاقَ الْحَدِيثَ

Shahih Muslim 1761: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Rumh Al Muhajir telah mengabarkan kepada kami Laits dari Yahya bin Sa'id dari Abu Zubair dari Jabir bin Abdullah ia berkata:

Seorang laki-laki mendatangi Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam saat beliau berada di Ji'ranah sekembalinya dari Hunain. Sedangkan pada kainnya Bilal terdapat perak, sementara Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengambil darinya dan memberikannya kepada orang-orang. Lalu laki-laki itu pun berkata: "Wahai Muhammad, bersikap adillah." Beliau bersabda: "Celaka kamu, kalau begitu, siapakah yang akan berlaku adil kalau aku tidak lagi berlaku adil. Sungguhnya kamu telah celaka sekiranya aku tidak berlakuk adil." Lalu Umar bin Al Khaththab radliyallahu 'anhu berkata: "Ya Rasulullah, biarkanlah aku untuk membunuh orang munafiq ini." beliau bersabda: "Aku berlindung kepada Allah, jika orang-orang mengatakan bahwa aku membunuh sahabatku. Sesungguhnya orang ini dan para sahabatnya senantiasa membaca Al Qur`an namun tidak sampai melewati tenggorokan mereka. mereka keluar darinya (Islam) sebagaimana meluncurnya panah dari busurnya."

Hadits di atas terdapat pada kitab Shahih Muslim, Kitab Zakat, Bab Khawarij dan sifatnya.

Pada halaman selanjutnya,

صحيح مسلم ١٧٦٣: حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَاحِدِ عَنْ عُمَارَةَ بْنِ الْقَعْقَاعِ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ أَبِي نُعْمٍ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا سَعِيدٍ الْخُدْرِيَّ يَقُولُا

بَعَثَ عَلِيُّ بْنُ أَبِي طَالِبٍ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ الْيَمَنِ بِذَهَبَةٍ فِي أَدِيمٍ مَقْرُوظٍ لَمْ تُحَصَّلْ مِنْ تُرَابِهَا قَالَ فَقَسَمَهَا بَيْنَ أَرْبَعَةِ نَفَرٍ بَيْنَ عُيَيْنَةَ بْنِ حِصْنٍ وَالْأَقْرَعِ بْنِ حَابِسٍ وَزَيْدِ الْخَيْلِ وَالرَّابِعُ إِمَّا عَلْقَمَةُ بْنُ عُلَاثَةَ وَإِمَّا عَامِرُ بْنُ الطُّفَيْلِ فَقَالَ رَجُلٌ مِنْ أَصْحَابِهِ كُنَّا نَحْنُ أَحَقَّ بِهَذَا مِنْ هَؤُلَاءِ قَالَ فَبَلَغَ ذَلِكَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ أَلَا تَأْمَنُونِي وَأَنَا أَمِينُ مَنْ فِي السَّمَاءِ يَأْتِينِي خَبَرُ السَّمَاءِ صَبَاحًا وَمَسَاءً قَالَ فَقَامَ رَجُلٌ غَائِرُ الْعَيْنَيْنِ مُشْرِفُ الْوَجْنَتَيْنِ نَاشِزُ الْجَبْهَةِ كَثُّ اللِّحْيَةِ مَحْلُوقُ الرَّأْسِ مُشَمَّرُ الْإِزَارِ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ اتَّقِ اللَّهَ فَقَالَ وَيْلَكَ أَوَلَسْتُ أَحَقَّ أَهْلِ الْأَرْضِ أَنْ يَتَّقِيَ اللَّهَ قَالَ ثُمَّ وَلَّى الرَّجُلُ فَقَالَ خَالِدُ بْنُ الْوَلِيدِ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَلَا أَضْرِبُ عُنُقَهُ فَقَالَ لَا لَعَلَّهُ أَنْ يَكُونَ يُصَلِّي قَالَ خَالِدٌ وَكَمْ مِنْ مُصَلٍّ يَقُولُ بِلِسَانِهِ مَا لَيْسَ فِي قَلْبِهِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنِّي لَمْ أُومَرْ أَنْ أَنْقُبَ عَنْ قُلُوبِ النَّاسِ وَلَا أَشُقَّ بُطُونَهُمْ قَالَ ثُمَّ نَظَرَ إِلَيْهِ وَهُوَ مُقَفٍّ فَقَالَ إِنَّهُ يَخْرُجُ مِنْ ضِئْضِئِ هَذَا قَوْمٌ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ رَطْبًا لَا يُجَاوِزُ حَنَاجِرَهُمْ يَمْرُقُونَ مِنْ الدِّينِ كَمَا يَمْرُقُ السَّهْمُ مِنْ الرَّمِيَّةِ قَالَ أَظُنُّهُ قَالَ لَئِنْ أَدْرَكْتُهُمْ لَأَقْتُلَنَّهُمْ قَتْلَ ثَمُودَ

حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ عُمَارَةَ بْنِ الْقَعْقَاعِ بِهَذَا الْإِسْنَادِ قَالَ وَعَلْقَمَةُ بْنُ عُلَاثَةَ وَلَمْ يَذْكُرْ عَامِرَ بْنَ الطُّفَيْلِ وَقَالَ نَاتِئُ الْجَبْهَةِ وَلَمْ يَقُلْ نَاشِزُ وَزَادَ فَقَامَ إِلَيْهِ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَلَا أَضْرِبُ عُنُقَهُ قَالَ لَا قَالَ ثُمَّ أَدْبَرَ فَقَامَ إِلَيْهِ خَالِدٌ سَيْفُ اللَّهِ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَلَا أَضْرِبُ عُنُقَهُ قَالَ لَا فَقَالَ إِنَّهُ سَيَخْرُجُ مِنْ ضِئْضِئِ هَذَا قَوْمٌ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ لَيِّنًا رَطْبًا وَقَالَ قَالَ عُمَارَةُ حَسِبْتُهُ قَالَ لَئِنْ أَدْرَكْتُهُمْ لَأَقْتُلَنَّهُمْ قَتْلَ ثَمُودَ و حَدَّثَنَا ابْنُ نُمَيْرٍ حَدَّثَنَا ابْنُ فُضَيْلٍ عَنْ عُمَارَةَ بْنِ الْقَعْقَاعِ بِهَذَا الْإِسْنَادِ وَقَالَ بَيْنَ أَرْبَعَةِ نَفَرٍ زَيْدُ الْخَيْرِ وَالْأَقْرَعُ بْنُ حَابِسٍ وَعُيَيْنَةُ بْنُ حِصْنٍ وَعَلْقَمَةُ بْنُ عُلَاثَةَ أَوْ عَامِرُ بْنُ الطُّفَيْلِ وَقَالَ نَاشِزُ الْجَبْهَةِ كَرِوَايَةِ عَبْدِ الْوَاحِدِ وَقَالَ إِنَّهُ سَيَخْرُجُ مِنْ ضِئْضِئِ هَذَا قَوْمٌ وَلَمْ يَذْكُرْ لَئِنْ أَدْرَكْتُهُمْ لَأَقْتُلَنَّهُمْ قَتْلَ ثَمُودَ

Shahih Muslim 1763: Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa'id telah menceritakan kepada kami Abdul Wahid dari Umarah bin Al Qa'qa' telah menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Abu Nu'm ia berkata: saya mendengar Abu Sa'id Al Khudri berkata: Ali bin Abu Thalib pernah mengirim emas -yang diletakkan dalam tas yang kotor- kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dari Yaman. kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam membagikannya kepada empat orang, yaitu: Uyainah bin Hisn, Al Aqra bin Habis, dan Zaid Al Khalil. Sedangkah yang keempat antara Alqamah bin Ulatsah atau Amir bin Ath Thufail. Maka ada seorang sahabat yang mengatakan bahwa kami lebih berhak atas pemberian ini daripada mereka. kemudian peristiwa ini sampai kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, maka beliau pun bersabda: "Mengapa kalian tidak mempercayaiku? Padahal aku adalah kepercayaan penghuni langit, dan aku selalu mendapat berita dari langit setiap saat." Abu Sa'id berkata: Lalu seorang laki-laki bermata cekung yang pipinya bagian atas menonjol, jenggotnya lebat, rambutnya pendek dan pakaiannya disingkingkan berkata: "Ya Rasululah, bertakwalah kepada Allah!" maka beliau menjawab: "Celaka kamu! Bukankah aku ini penduduk bumi yang paling bertakwa kepada Allah?" kemudian laki-laki tersebut berpaling, lalu Khalid bin Al Walid berkata: "Ya Rasulullah, izinkan aku untuk memenggal lehernya." Beliau bersabda: "Jangan, mungkin dia juga shalat." Khalid berkata: "Banyak orang shalat, hanya lisannya yang berucap tapi hatinya tidak." Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya aku tidak diperintahkan untuk menyakiti hati manusia, tidak pula untuk merobek perut mereka." Abu Sa'id berkata: Kemudian beliau memandanginya, dan ketika dia datang, beliau bersabda: "Sesungguhnya dari kelompok orang ini akan muncul orang-orang yang mulutnya senantiasa membaca Kitabullah, tetapi tidak sampai melewati kerongkongan mereka. mereka keluar dari agama Allah sebagaimana meluncurnya anak panah dari busurnya." Abu Sa'id berkata: "Sekiranya kau menemui orang-orang itu, sungguhnya akan aku binasakan mereka, sebagaimana binasanya kaum Tsamud." Telah menceritakan kepada kami Utsman bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Jarir dari Umarah bin Al Qa'qa' dengan isnad ini. ia berkata: Dan Alqamah bin Ulatsah. Dan ia tidak menyebutkan Amir bin Ath Thufail. Dan ia menyebutkan: "NAATI`UL JABHAH" tapi ia tidak menyebut, "NAASYIZ". Kemudian ia juga menambahkan: "Kemudian Umar bin Al Khaththab beranjak dan berkata: "Wahai Rasulullah, haruskah aku memenggal lehernya?" Nabi menjawab: "Jangan." Kemudian ia mundur kembalil. Lalu Khalid bin Al Walid sang pedang Allah berdiri dan berkata: "Wahai Rasulullah, haruskah aku memenggal lehernya?" beliau menjawab: "Jangan. Dari keturunan orang ini akan muncul suatu kaum, mereka pandai membaca Kitabullah.." Umarah berkata: (Khalid) berkata: "Sekiranya saya menjumpai mereka, niscaya akan kubunuh mereka sebagai pembunuhan atas kaum Tsamud." Dan Telah menceritakan kepada kami Ibnu Numair telah menceritakan kepada kami Ibnu Fudlail dari Umarah bin Al Qa'qa' dengan isnad ini, dan ia mengatakan: Di antara empat orang, yaitu: Zaid Al Khalil, Al Aqra bin Habis, Uyainah bin Hisn dan Alqamah bin Ulatsah atau Amir bin Ath Thufail. Kemudian ia juga menyebutkan: "NAATI`UL JABHAH" sebagaimana riwayat Abdul Wahid. Ia juga menyebutkan: "Sesungguhnya akan keluar dari keturunan orang ini, suatu kaum…" tapi ia tidak menyebutkan: "Sekiranya aku mendapati mereka, niscaya akan kubunuh mereka sebagaimana pembunuhan atas kaum Tsamud."

Memang dari cerita yang terpampang pada hadits di atas menunjukkan bahwa orang-orang yang tergolong sebagai kaum Khawarij selalu memposisikan dirinya sebagai orang yang paling benar, dan yang lain salah, bahkan jika orang tersebut Rasulullah Saw, hal itu tidak menjadikan masalah untuk mengatakan bahwa ia salah dan aku benar. Naudzubillah.

Penulis Takhrij menggunakan software “HaditsSoft” dengan mencari kata kunci “Khawarij”. Memang setelah diTakhrij menggunakan kata kunci itu, terdapat 46 dalil yang keluar yang tercantum pada kitab-kitab seperti Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Tirmidzi, Sunan Abu Dawud, Sunan Nasa’I, Sunan Ibn Majah, Sunan Darimi, Musnad Ahmad, Sunan Daruquthni, Shahih Ibn Khuzaimah, Al-Mustadrak dan Musnad Syafi’i. Dalam Riwayat tertentu penulis temui bahwa memang orang-orang Khawarij adalah orang-orang yang mempunyai watak buruk, serta digadang-gadang sebagai anjing Neraka.

سنن ابن ماجه ١٦٩: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا إِسْحَقُ الْأَزْرَقُ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ ابْنِ أَبِي أَوْفَى قَالَ

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْخَوَارِجُ كِلَابُ النَّارِ

Sunan Ibnu Majah 169: Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah berkata: telah menceritakan kepada kami Al Azraq dari Al A'masy dari Ibnu Abu Aufa ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Orang-orang Khawarij adalah anjing-anjing neraka.

Orang-orang Khawarij tidak menerima pendapat, tidak memberikan dirinya sendiri kelapangan untuk intropeksi diri. Berbeda dengan kita secara umum, jika kita mengeluarkan suatu pendapat kita akan berpikir bisa jadi kita benar bisa jadi pula kita salah.

 

2.        Khawarij selalu menuduh orang lain sesat. Terkadang tidak harus tuduhan sesat (secara harfiah), tapi pasti ada tuduhan tertentu. Kemungkinan tuduhan berupa sesat, ahli maksiat, ahli bid’ah, ahli khurafat, atau apapun itu, yang penting sebuah tuduhan kepada sesama yang lain.

 

3.        Khawarij itu biasanya umurnya muda-muda, tetap sangat berani mengkritik ulama besar yg jauh lebih tua dari mereka (hadits shahih).

سنن ابن ماجه ١٦٤: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَعَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَامِرِ بْنِ زُرَارَةَ قَالَا حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ عَيَّاشٍ عَنْ عَاصِمٍ عَنْ زِرٍّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ قَالَ

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْرُجُ فِي آخِرِ الزَّمَانِ قَوْمٌ أَحْدَاثُ الْأَسْنَانِ سُفَهَاءُ الْأَحْلَامِ يَقُولُونَ مِنْ خَيْرِ قَوْلِ النَّاسِ يَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ لَا يُجَاوِزُ تَرَاقِيَهُمْ يَمْرُقُونَ مِنْ الْإِسْلَامِ كَمَا يَمْرُقُ السَّهْمُ مِنْ الرَّمِيَّةِ فَمَنْ لَقِيَهُمْ فَلْيَقْتُلْهُمْ فَإِنَّ قَتْلَهُمْ أَجْرٌ عِنْدَ اللَّهِ لِمَنْ قَتَلَهُمْ

Sunan Ibnu Majah 164: Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah dan Abdullah bin Amir bin Zurarah keduanya berkata: telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin 'Ayyasy dari 'Ashim dari Zirr dari Abdullah bin Mas'ud ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Pada akhir zaman akan muncul sekelompok kaum yang masih muda-muda. Mereka adalah orang-orang bodoh, berkata dengan menggunakan sebaik-baik perkataan manusia, membaca Al-Qur'an namun tidak melewati tenggorokannya, dan mereka keluar dari Islam sebagaimana anak panah melesat dari busurnya. Barangsaiapa menjumpai mereka hendaklah ia membunuhnya. Karena membunuh mereka akan mendapat pahala di sisi Allah."

Point ini, berkaitan dengan artikel penulis sebelumnya mengenai musik. Di mana ada sekelompok anak muda yang vokal menuduh salah seorang Ustadz yang terkenal di mata masyarakat maupun di mata dua organisasi Islam terbesar di Indonesia. Selain itu latar belakang pendidikan yang sesuai dan kompeten di bidangnya. Namun masih ada yang menuduh beliau sesat padahal yang menuduh, hingga menyebarkan tuduhan tersebut sebagai bentuk sepemikiran ke media-media sosial adalah kaum-kaum muda yang mungkin saja baru belajar atau baru hijrah atau tidak mempunyai basic pendidikan yang sesuai untuk membahas hal tersebut. Namun bukan berarti hal tersebut salah sebagai orang yang baru belajar untuk menyuarakan sesuatu, karena itu bagian dari meangktifkan fungsi akal, namun menyoal hingga menghukumi orang lain dengan kondisi seperti itu adalah bentuk kenaifan. (tapi penulis tidak memaknai mereka sebagai orang Khawarij, namun masuk ke dalam satu ciri dari sekian ciri Khawarij. Karena jika satu dari sekian ini tidak terdapat pada diri seseorang, walaupun 9 lainnya terindikasi ada, maka belum bisa dipastikan ia adalah orang Khawarij. Atau jikalaupun kita melihat ada orang yang mempunyai 10 ciri-ciri ini juga tidak bisa kita hukumi ia sebagai Khawarij, karena untuk kajian antropologi, masih banyak hal yang perlu dipertimbangkan.

Sebagai orang yang mengerti posisinya, cukup bersikap husnudzan atau lebih baik jika mempelajarinya lebih jauh, karena semua dalil tidak bisa lepas dengan konteks. Menghilangkan konteks sama saja meruntuhkan kaedah yang seharusnya termaktub di dalamnya. Jika begitu, maka apa yang dapat dibedakan dari orang seperti ini dengan AI. Pertahankan prinsip jika menurut kita benar, namun jangan sampai menafikan orang-orang yang mempunyai pandangan yang berbeda, apalagi sampai menghukumi sesuatu.

Riwayat lain dapat ditemukan juga dalam,

مسند أحمد ١٩٥٤٨: حَدَّثَنَا رَوْحٌ حَدَّثَنَا عُثْمَانُ الشَّحَّامُ حَدَّثَنَا مُسْلِمُ بْنُ أَبِي بَكْرَةَ وَسَأَلَهُ هَلْ سَمِعْتَ فِي الْخَوَارِجِ مِنْ شَيْءٍ فَقَالَ سَمِعْتُ وَالِدِي أَبَا بَكْرَةَ يَقُولُ

عَنْ نَبِيِّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَلَا إِنَّهُ سَيَخْرُجُ مِنْ أُمَّتِي أَقْوَامٌ أَشِدَّاءُ أَحِدَّاءُ ذَلِقَةٌ أَلْسِنَتُهُمْ بِالْقُرْآنِ لَا يُجَاوِزُ تَرَاقِيَهُمْ أَلَا فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمْ فَأَنِيمُوهُمْ ثُمَّ إِذَا رَأَيْتُمُوهُمْ فَأَنِيمُوهُمْ فَالْمَأْجُورُ قَاتِلُهُمْ

Musnad Ahmad 19548: Telah menceritakan kepada kami Rauh, telah menceritakan kepada kami Utsman Abu Salamah Asy Syakham, telah menceritakan kepada kami Muslim bin Abu Bakrah, dia bertanya: "Apakah kamu pernah mendengar sesuatu dari Khawarij?." Muslim menjawab: "Aku pernah mendengar ayahku Abu Bakrah berkata dari Nabiyullah shallallahu 'alaihi wa sallam: "Akan keluar sekelompok orang yang muda usianya, bengis, dan keras. Lisan mereka fasih dengan Al Qur'an, mereka membacanya, namuan sampai melewati tulang kerongkongan mereka. Jika kalian bertemu dengan mereka, maka bunuhlah mereka. jika kalian bertemu dengan mereka, maka bunuhlah mereka, karena sesungguhnya membunuh mereka mendapatkan pahala."

 

4.        Dari Hadits Rasulullah Saw. Kata Rasulullah, kalian (para sahabat yang keimanannya luar biasa) ketika melihat ibadah mereka maka ibadah mereka akan terlihat sangat sempurna dari luar, sehingga kalian (para sahabat) akan merasa bahwa ibadah kalian itu sedikit sekali dibandingkan dengan mereka.

صحيح البخاري ٤٦٧٠: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ بْنِ الْحَارِثِ التَّيْمِيِّ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّهُ قَالَ

سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ يَخْرُجُ فِيكُمْ قَوْمٌ تَحْقِرُونَ صَلَاتَكُمْ مَعَ صَلَاتِهِمْ وَصِيَامَكُمْ مَعَ صِيَامِهِمْ وَعَمَلَكُمْ مَعَ عَمَلِهِمْ وَيَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ لَا يُجَاوِزُ حَنَاجِرَهُمْ يَمْرُقُونَ مِنْ الدِّينِ كَمَا يَمْرُقُ السَّهْمُ مِنْ الرَّمِيَّةِ يَنْظُرُ فِي النَّصْلِ فَلَا يَرَى شَيْئًا وَيَنْظُرُ فِي الْقِدْحِ فَلَا يَرَى شَيْئًا وَيَنْظُرُ فِي الرِّيشِ فَلَا يَرَى شَيْئًا وَيَتَمَارَى فِي الْفُوقِ

Shahih Bukhari 4670: Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Yusuf Telah mengabarkan kepada kami Malik dari Yahya bin Sa'id dari Muhammad ibn Ibrahim bin Al Harits At Taimi dari Abu Salamah bin Abdurrahman dari Abu Said Al Khudri radliyallahu 'anhu, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Akan ada suatu kaum yang berada ditengah-tengah kalian, dan kalian akan meremehkan shalat kalian bila melihat shalat mereka, begitu juga dengan puasa kalian jika melihat puasa mereka, serta amal kalian jika melihat amal mereka. Akan tetapi, mereka membaca Al Qur`an, namun bacaan mereka tidak sampai melewati batas tenggorokan. Mereka keluar dari agama, sebagaimana anak panah yang menembus keluar dari sasaran tembak. Ia melihat pada ujung panahnya, namun ia tidak mendapatkan sesuatu, kemudian melihat pada lubangnya, juga tak menemukan sesuatu, lalu ia melihat pada bulunya juga tidak melihat sesuatu. Ia pun saling berselisih akan ujung panahnya."

Namun yang perlu dipahami adalah bukan berarti karena point ini lantas kita sebagai umat muslim melemahkan ibadah kita kepada Allah karena takut masuk ke dalam ciri-ciri orang Khawarij tersebut, justru kita harus terus meningkatkan kualitas ibadah kita kepada Allah Swt. Adapun point ini adalah salah satu tanda yang juga melekat pada mereka (Khawarij) yang artinya mereka juga sama dengan umat muslim lainnya, namun terdapat motivasi yang berbeda serta perwatakan yang berbeda pula.

5.        Mereka suka membaca hadits-hadits Rasulullah SAW. Suka mengklaim bahwa dirinya mengikuti Al-Qur'an dan Hadits. {kami hanya ikut Al-Qur'an, kami hanya ikut hadits, tapi sayangnya mereka salah menafsirkan Al-Qur'an dan salah menafsirkan hadits karena mereka minim ilmu. Maka mereka menafsirkan Al-Qur'an dan hadits dengan hawa nafsu}.

صحيح البخاري ٣٣٤٢: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ كَثِيرٍ أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ خَيْثَمَةَ عَنْ سُوَيْدِ بْنِ غَفَلَةَ قَالَ قَالَ عَلِيٌّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ

إِذَا حَدَّثْتُكُمْ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَأَنْ أَخِرَّ مِنْ السَّمَاءِ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ أَكْذِبَ عَلَيْهِ وَإِذَا حَدَّثْتُكُمْ فِيمَا بَيْنِي وَبَيْنَكُمْ فَإِنَّ الْحَرْبَ خَدْعَةٌ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ يَأْتِي فِي آخِرِ الزَّمَانِ قَوْمٌ حُدَثَاءُ الْأَسْنَانِ سُفَهَاءُ الْأَحْلَامِ يَقُولُونَ مِنْ خَيْرِ قَوْلِ الْبَرِيَّةِ يَمْرُقُونَ مِنْ الْإِسْلَامِ كَمَا يَمْرُقُ السَّهْمُ مِنْ الرَّمِيَّةِ لَا يُجَاوِزُ إِيمَانُهُمْ حَنَاجِرَهُمْ فَأَيْنَمَا لَقِيتُمُوهُمْ فَاقْتُلُوهُمْ فَإِنَّ قَتْلَهُمْ أَجْرٌ لِمَنْ قَتَلَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

 

Shahih Bukhari 3342: Telah bercerita kepada kami Muhammad bin Katsir telah mengabarkan kepada kami Sufyan dari Al A'masy dari Khaitsamah dari Suwaid bin Ghafalah berkata: 'Ali radliyallahu 'anhu berkata:

Sungguh, aku terjatuh dari langit lebih aku sukai dari pada berbohong atas nama Beliau dan jika aku sampaikan kepada kalian tentang urusan antara aku dan kalian, (ketahuilah) bahwa perang itu tipu daya. Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam yang bersabda: "Akan datang di akhir zaman suatu kaum yang masih muda beliau namun lemah pemahaman (kurang kekayaan intelektual). Mereka berbicara dengan ucapan manusia terbaik (mengambilnya dari Al Qur'an) namun mereka keluar dari agama bagaikan anak panah melesat keluar dari target buruan yang sudah dikenainya. Iman mereka tidak sampai ke tenggorokan mereka. Maka dimana saja kalian menjumpai mereka, bunuhlah mereka karena pembunuhan atas mereka adalah pahala di hari kiamat bagi siapa yang membunuhnya."

Orang Khawarij hanya mengutip dalil secara tekstual namun mereka menafikan konteks, sehingga pemahaman yang timbul terhadap suatu teks dipahami demikian tanpa melihat lebih jauh secara konteks.

 

6.        Kata Rasulullah SAW, Khawarij itu seringkali membaca Al-Qur'an bahkan kebanyakan dari mereka itu hafidz, tetapi Al-Qur'an tidak sampai tenggorokan mereka, tidak tembus ke hatinya hanya sebatas bicara, hanya sebatas membaca saja. Al-Qur'an tidak masuk ke dalam hatinya untuk membersihkan hatinya dan untuk membuat hatinya lebih baik. Dalil ini telah penulis sertakan dalam pembahasan point sebelumnya.

7.        Khawarij itu sangat tertutup, tidak melibatkan orang lain sama sekali. Tidak terbuka kepada orang lain, hanya tertutup pada pemahaman mereka sendiri. Mungkin ini yang penulis istilahkan atau bahasa terkini menyebutnya sebagai sifat eksklusifisme, sikap mengeksklusifkan diri dari orang lain, berarti memposisikan dirinya sebagai orang yang berbeda, sehingga mungkin terdapat tindakan mengasingkan diri dari yang lain, atau tidak mau berbaur dengan orang lain apalagi jika dalam konteks yang menurut mereka masuk ke dalam ranah akidah. Makanya mereka disebut “Khawarij” keluar dari kelompok. Dari itu tidak heran jika mereka mempunyai masjid sendiri, kajian sendiri dan tempat berkumpul sendiri, memisahkan diri dari yang lain. Padahal Islam memberikan keluasan kepada manusia bahkan untuk saling kenal-mengenal sehingga seharusnya tidak ada batasan. Yang terpenting adalah bagaimana seseorang tersebut dapat menempatkan dirinya serta mempertahankan prinsip yang diemban, lebih-lebih jika mampu membawa orang yang mungkin jauh dari jalan Islam untuk kembali.

8.        Khawarij kebanyakan menolak masalah khilafiyah. Khilafiyah artinya dalil yang bisa dipahami dengan berbagai cara. Contoh mencukur jenggot. Memang 4 Madzhab tidak menganjurkan untuk mencukur jenggot, seperti imam Hanafi, Imam Maliki dan Imam Ahmad, namun bagi kalangan Syafi’I mencukur jenggot hanya terhukumi makruh, sehingga jika memakai pendapat ini tidaklah berdosa. Melainkan mendapat pahala jika ditinggalkan. Khawarij biasanya tidak mau memahami khilafiyah ini, mereka tidak memberikan kelapangan terhadap pendapat lain selain pemahaman mereka. Dan sperti point awal, ia akan menuduh mereka, sesat.

9.        Khawarij biasanya lebih fokus mengurus dan menyalahkan saudaranya yang muslim dibanding orang kafir. Ketika Khawarij keluar dari tantara Ali Ibn Abi Thalib, mereka lebih fokus menyalahkan Ali Ibn Abi Thalib dan umat Islam lain yang tidak sependapat dengan mereka. Mereka melupakan jika ada orang Persia dan Romawi yang menyerang umat Islam, mereka tidak ikut campur.

10.    Khawarij itu kalau berdiskusi selalu tidak ada moralnya, mudah mencaci maki dan tidak ada akhlak nya. Mereka gampang mencela orang lain yang tidak sependapat.

مسند أحمد ١٨٩٣٤: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ الْأَزْرَقِ بْنِ قَيْسٍ قَالَ

كَانَ أَبُو بَرْزَةَ بِالْأَهْوَازِ عَلَى جَرْفِ نَهْرٍ وَقَدْ جَعَلَ اللِّجَامَ فِي يَدِهِ وَجَعَلَ يُصَلِّي فَجَعَلَتْ الدَّابَّةُ تَنْكُصُ وَجَعَلَ يَتَأَخَّرُ مَعَهَا فَجَعَلَ رَجُلٌ مِنْ الْخَوَارِجِ يَقُولُ اللَّهُمَّ اخْزِ هَذَا الشَّيْخَ كَيْفَ يُصَلِّي فَلَمَّا صَلَّى قَالَ قَدْ سَمِعْتُ مَقَالَتَكُمْ غَزَوْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سِتًّا أَوْ سَبْعًا أَوْ ثَمَانِيًا فَشَهِدْتُ أَمْرَهُ وَتَيْسِيرَهُ فَكَانَ رُجُوعِي مَعَ دَابَّتِي أَهْوَنَ عَلَيَّ مِنْ تَرْكِهَا فَتَنْزِعُ إِلَى مَأْلَفِهَا فَيَشُقُّ عَلَيَّ وَصَلَّى أَبُو بَرْزَةَ الْعَصْرَ رَكْعَتَيْنِ

Musnad Ahmad 18934: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja'far: telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Al Azraq bin Qais berkata: bahwasanya Abu Barzah ketika di daerah Ahwaz di tepian sungai, sedang tali kekang binatang tunggangannya berada di tangannya, sambil ia melaksanakan shalat. Lantas binatang kendaraannya tersebut berjalan mundur sehingga ia ikut mundur bersamanya. Lalu seorang dari Khawarij mendo'akannya: "Ya Allah, hinakanlah orang tua ini, bagaimana dia melaksanakan shalatnya ini. Ketika ia selesai melaksanakan shalat, ia berkata: "Aku telah mendengar perkataan kalian, aku telah berperang bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam enam, tujuh atau delapan kali, dan aku menyaksikan urusannya dan Kemudahannya, mundurnya aku dan kendaraanku lebih mudah bagiku dari pada aku meninggalkan untaku sehingga perlu dijinakkan kembali dan itu sangat sangat menyulitkanku." (Waktu itu) Abu Barzah melaksanakan shalat 'ashar dua rakaat.

Comments

Popular posts from this blog

Untuk Teman-Temanku di Pascasarjana (M) Lokal PAI C 23

Tokoh Pendidikan dan Pemikirannya #2 Lev Vygotsky |By: Herman Dr

Konsep Dasar Multiliterasi dan Pembelajarannya| By: Herman Dr