Cerpen: DI BALIK TEMBOK DAN BUKU |By: Kanaya Nuraini Annajwa Syachwani
Di balik Tembok dan Buku Karya: Kanaya Nuraini Annajwa Syachwani Teng..... "Dimohon untuk semua murid untuk segera memasuki ruang kelas, pelajaran ketiga akan segera dimulai. Terimakasih." Bertahun-tahun lamanya, suara dentingan lonceng tak lagi bergema pada seisi sekolah, digantikan dengan suara yang lebih modern. Mungkin bagi sebagian orang itu hanyalah hal sepele, tapi Mouglei merasa bahwa perubahan tersebut bukanlah suatu kebetulan yang mendadak. Jam pelajaran sudah dimulai sejak 15 menit yang lalu. Suara langkah kaki murid-murid pun sudah tak terdengar, menyisakan kesunyian di sepanjang lorong yang terkadang diisi suara pintu berderit atau angin yang lewat. Walau begitu, Glei, sapaan akrab Mouglei masih belum beranjak dari tempat duduknya. Ia duduk dengan tenang, di antara rak-rak buku yang seakan menjadi pembatas bagi berisiknya dunia. Merasa bosan, Glei pun memutuskan untuk berjalan menyusuri seisi ruangan, berharap menemukan sesuatu yang membawanya kel...