Posts

Showing posts with the label PENDIDIKAN & GURU

Guru dengan Segala Persoalannya (Analisis Kompetensi Guru)

 Memutuskan menjadi seorang guru berarti memutuskan untuk menjadi bagian dari keberhasilan masa depan bangsa melalui penanaman nilai dan ilmu kepada generasi baru. Eksistensi seorang guru secara formal diakui apabila telah memenuhi syarat sebagaimana termaktub dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, yaitu memiliki kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional. Karena itu, seseorang belum dapat sepenuhnya disebut sebagai guru apabila belum memenuhi kriteria tersebut. Salah satu jalan untuk memenuhi kriteria itu adalah melalui Program Pendidikan Profesi Guru (PPG). Melalui program ini, seseorang memperoleh legitimasi formal sebagai guru profesional. Namun, pertanyaan yang lebih penting adalah: apakah kelulusan dari program PPG otomatis melahirkan guru yang benar-benar kompeten? Secara administratif, jawabannya tentu iya. Akan tetapi, dalam praktiknya masih terdapat berbagai keraguan. Tidak sedikit guru yang telah terverifikasi secara formal, tetap...

Strategi Belajar: Retrieval Practice, Spaced Repetition dan Interleaving

  Retrieval Practice Retrieval Practice merupakan teori belajar yang menekankan bahwa proses belajar menjadi lebih kuat ketika peserta didik mengambil kembali informasi dari ingatan, bukan sekadar membaca atau mengulang materi. Teori ini berpijak pada gagasan bahwa usaha untuk mengingat adalah bagian inti dari pembelajaran, bukan sekadar alat untuk menguji hasil belajar. Dalam praktik pembelajaran, Retrieval Practice dapat dilakukan melalui berbagai cara sederhana, seperti pertanyaan lisan di awal pelajaran, kuis singkat tanpa nilai, menuliskan kembali materi yang diingat siswa, atau diskusi reflektif tentang pelajaran sebelumnya. Aktivitas-aktivitas tersebut mendorong siswa untuk mengaktifkan kembali pengetahuan yang telah dipelajari, sehingga memperkuat daya ingat dan pemahaman mereka. Namun, dalam praktik di kelas, Retrieval Practice sering disalahpahami sebagai sekadar “tes” atau “ulangan”. Akibatnya, banyak guru masih mengaitkan aktivitas mengingat dengan penilaian forma...

Guru dengan Segala Persoalannya |By: Herman.Dr

  Memutuskan menjadi seorang guru berarti sama halnya dengan memutuskan untuk menjadi bagian dari keberhasilan masa depan bangsa dengan menuai bibit manis kepada generasi baru. Seorang guru dapat diakui eksistensinya apabila ia telah memenuhi syarat sebagaimana termaktub dalam undang-undang Nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen, bahwa Guru harus memiliki kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi professional. Maka dari itu banyak yang beranggapan bahwa belum bisa disebut sebagai seorang guru apabila belum memenuhi kriteria yang dimaksud. Kriteria yang dimaksud bisa didapat dengan mengikuti pelatihan keprofesionalan guru atau dalam hal ini adalah Program Pendidikan Profesi Guru (PPG), sehingga mereka yang telah lulus dalam pelatihan tersebut dapat diakui sebagai guru professional. Tersebar anggapan bahwa “semua orang dalam hal profesi yang lain seperti pilot, dokter, hakim dan yang lainnya bisa menjadi guru namun guru belum tentu bisa ...

Esensi Pendidik dalam Studi Etimologi |By: Herman Dr.

  Dalam mendefinisikan makna yang terkandung dalam suatu istilah, salah satu aspek yang terpenting adalah mengetahui dari mana asal istilah tersebut dan makna apa yang melekat secara langsung kepadanya. Misalnya untuk mengetahui apa makna dari musyawarah , maka harus memecah kata tersebut menjadi bagian yang murni sebagaimana akar kata yang membentuknya. Maka dalam hal ini, bagian murni tersebut adalah syura’ sebuah kata yang berasal dari bahasa Arab. Dari itu maknanya kemudian diturunkan dan itulah yang disebut sebagai akar kata (etimologi). Kajian ini juga sangat penting dalam lingkup pendidikan, guna mendudukkan istilah-istilah yang dijadikan bahan diskusi dikalangan para pakar. Apabila dalam lingkup etimologi belum ada kesepakatan, maka diskusi tidak akan bisa lanjut kepada ranah terminology. Artinya harus ada kesepakatan dalam hal ini untuk membahas satu tujuan yang telah ditetapkan. Pada kesempatan ini, penulis akan menguraikan terkait “pendidik” dari segi esensinya. Se...

Fenomena Guru Badut (Clown Teacher) |By: Herman Dr

  Seorang guru dengan sebilah rotan panjang yang dibawa persis ketika waktu dia mengajar sudah tiba. Para murid yang melihat di depan kelas, segera masuk ke dalam kelas lantas bersiap di tempat duduk sembari memandangi pintu masuk guna memastikan mereka sudah siap ketika guru tersebut masuk. Kelas hening, hingga akhirnya guru tersebut mengucapkan salam. Jawaban salam dari murid di kelas itu menjadi penanda bahwa semuanya siap untuk belajar, dan guru siap untuk mengajar. Selama guru mengajar, kelas tampak hening, tanpa ada suara yang keluar kecuali diminta oleh pengajar. Mungkin sesekali terdengar alat tulis yang jatuh tidak sengaja tergeser oleh tangan murid-murid. Sembari menulis materi di papan tulis, guru sesekali menghadapkan wajahnya ke murid, untuk memastikan apa yang dia sampaikan terdengar dan didengarkan oleh murid. Tidak lama, bel pergantian waktu pelajaran berbunyi, menandakan waktu mengajar guru yang tadinya membawa rotan tersebut berakhir. Belum jauh guru melangkah...

Taxonomy Bloom Vs Taxonomy SOLO |By: Herman Dr

  Taxonomy Bloom Vs Taxonomy SOLO Dalam dunia pendidikan, khususnya bagi guru dan mahasiswa pendidikan, istilah taksonomi bukanlah hal yang asing. Taksonomi hadir sebagai alat bantu untuk memahami, merancang, dan mengevaluasi proses belajar. Dua taksonomi yang paling sering dibicarakan adalah Taksonomi Bloom dan Taksonomi SOLO. Keduanya sama-sama digunakan untuk mengukur kemampuan belajar peserta didik, namun memiliki sudut pandang yang berbeda. Pertanyaannya, apa perbedaannya, dan mana yang lebih relevan untuk pembelajaran saat ini? Mengenal Taksonomi Bloom Taksonomi Bloom pertama kali diperkenalkan oleh Benjamin S. Bloom pada tahun 1956 dan kemudian direvisi oleh Anderson dan Krathwohl pada tahun 2001. Taksonomi ini mengklasifikasikan kemampuan dalam ranah kognitif peserta didik ke dalam enam tingkatan, yaitu Mengingat, Memahami, Menerapkan, Menganalisis, Mengevaluasi, dan Mencipta, atau dapat pula dipahami dalam kode C1-C6. Dalam praktiknya, Taksonomi Bloom sangat memba...

Tokoh Pendidikan dan Pemikirannya #3 Jean Piaget |By: Herman Dr

Image
Jean Piaget Jean Piaget (1896-1980) adalah seorang psikolog perkembangan Swiss yang dikenal karena kontribusinya yang signifikan terhadap psikologi perkembangan, teori pendidikan, dan perkembangan kognitif (Okunev, 2023) . Karya Piaget terutama terkait dengan Teori Panggung, meskipun kerangka kerjanya yang lebih luas, yang disebut “epistemologi genetik,” mencakup pandangan yang lebih komprehensif tentang program penelitiannya (Burman, 2021) . Di usia 15 tahun, Piaget mulai mempublikasikan ketertarikannya tentang penelitian ilmiah dalam jurnal internasioanal. Gelar Ph.D diperoleh Piaget saat usianya 21 tahun dalam bidang biologi. Oleh karena itu teori-teori perkembangan intelektualnya banyak dipengaruhi oleh keahliannya di bidang biologi (Suyitno, 2009) . Salah satunya Piaget berpendapat bahwa proses untuk memperoleh pengetahuan merupakan proses adaptasi intelektual terhadap pengalaman-pengalaman yang diperoleh seseorang (Suparno, 1997) . Konstruktivisme Piaget Inti dari pendekata...